ADAB TUNTUNAN SALAT IDULFITRI
Apa kabar Ibu semua ? semoga selalu berada dalam lindungan dan ridho Allah swt., Marilah kita haturkan puji syukur kepada Allah swt. yg telah memberikan banyak kenikmatan kpd kita semua dengan membaca Alhamdulillahilladzii binikmatihi tatimus sholihaat, sholawat dan salam kita sanjungkan pada uswah hasanah kita Nabi Muhammad saw beserta keluarga dan shahabatnya semua.
Kali ini akan kami sampaikan Adab,Tuntunan Shalat ‘Idul Fitri sebagai berikut :
- Pada hari akhir Ramadhan lakukan potong kuku, pangkas rambut ( ketiak, kemaluan ),
- Tangal 1 Syawal 1446 H, pagi hari mandi besar/junub ( termasuk wanita haidh ), dan wudhu
- Memakai pakaian yang indah ( suci, bersih ), pakainan yang tidak
- Makan pagi, sebagai tanda sudah tidak puasa lagi, kembali makan pagi lagi ( idul ifthar/ fitri) Juga bisa dimaknai karena rasa lelah sesudah memikul zakat fitri dan dibawa ke rumah orang miskin yang diberinya.
- Takbir ‘Idul Fitri dimulai Maghrib akhir Ramadhan ( sudah tanggal 1 Syawal ), dilantunkan sejak berangkat dari rumah menuju tanah lapang
- Pelaksanaan shalat ‘Idul Fitri lebih siang lebih baik karena memberikan kesematan yang masih memberikan zakat Fitri agar tak tertinggal shalat ‘Id nya.
- Menuju tanah lapang, berjalan kaki ( kalau jauh ya berkendaraan ), sambil bertakbir, sampai di lapangan. Rasulullah saw belum pernah shalat ‘Id di masjid, walau masjid Nabawi bisa menampung penduduk Madinah.
- Lafal takbir menurut sunnah :
Allohu akbar ( 2 kali ) laa ilaaha illalloh, Alloohu akbar, Alloohu akbar wa lillahil Hamd, ( ini berdasarkan hadits dari Umar dan Ibnu Mas’ud riwayat Jabir ).
- Shalat ‘Id tanpa Adzan, Iqomah dan tanpa aba-aba seperti Asholaatu jami’ah dsb. ( Aba-aba Asholaatu jami’ah hanya untuk sholat gerhana )
- Pelaksanaan sholat ‘Idul Fitri 2 rokaat sebagai berikut :
-
- Raka’at pertama setelah takbiratul ihram kemudian takbir lagi 7 kali
- Kemudian membaca surah Al Fatihah dan surat/ ayat Al Qur’an.
- Raka’at kedua, setalah takbir intiqol, kemudian takbir 5 kali, Al Fatihah, surat Al Qur’an.
- Sesudah salam, jama’ah harus mendengarkan khutbah dan harus berdoa bersama dengan khotib, TIDAK dibenarkan memalingkan perhatian khutbah, seperti : bercakap-cakap, berfoto/selfi apalagi pergi dari tempat duduk.
- Diakhiri dengan satu khutbah ( tidak dua khutbah / diselingi dengan duduk )
- Dalam khutbah berisi pujian/ Alhamdu dan nasihat.
- Setelah selesai mendengarkan khutbah, jamah berdoa bersama yang dipimpin khotib.
- Kemudian saling jabat tangan dan mengucapkan taqobbalalloohu minnaa wa minkum (semoga Alloh menerima amal ibadah kita), dijawab dengan kata-kata yang sama Taqobbalallohu minnaa wa minkum, atau cukup menjawab (adapun tambahan taqobbal yaa kariim ini bukan sunnah).
- Bersedekah/ memberikan sesuatu pada orang.
- Pulang melalui jalan lain dengan yang dilalui ketika berangkat.
Penulis: Dra. Sayuti, M.M. (Wakil Ketua PDA Bantul)