Manfaat Puasa bagi Kesehatan
Perintah Puasa
Saat ini seluruh umat muslim sedang menjalankan kewajiban puasa Ramadhan, tentunya sesuai dalam perintah Al-Qur’an dalam Surah Al-Baqarah 183: “Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” Ayat ini menunjukkan bahwa puasa adalah perintah Allah yang memiliki tujuan utama untuk meningkatkan ketakwaan. Selain bentuk ketakwaan, ternyata dari sisi kesehatan, banyak penelitian yang menunjukkan bahwa puasa memiliki manfaat bagi tubuh. Berikut adalah beberapa manfaat puasa, baik itu puasa Ramadhan maupun puasa sunnah.
Hadits Tentang Puasa dan Kesehatan
Merujuk dari beberapa hadits menunjukkan bahwa puasa bukan hanya ibadah tetapi juga memiliki manfaat bagi kesehatan.
Rasulullah ﷺ bersabda: “Berpuasalah, maka kamu akan sehat.” (HR. Thabrani dalam Al-Mu’jam Al-Awsath, no. 8892
Rasulullah ﷺ bersabda: “Puasa adalah perisai.” (HR. Bukhari, no. 1894; Muslim, no. 1151)
Selain sebagai pelindung dari dosa, puasa juga bisa menjadi “perisai” kesehatan. Dengan berpuasa, tubuh bisa beristirahat dari proses pencernaan yang terus-menerus, sehingga organ-organ tubuh bisa bekerja lebih optimal.
Rasulullah ﷺ bersabda: “Lambung adalah rumah bagi penyakit, dan pencegahan adalah kepala dari segala pengobatan.” (HR. Baihaqi dalam Syu’abul Iman, no. 8306)
Hadits ini menekankan bahwa pola makan yang baik dapat mencegah penyakit. Puasa memberikan waktu bagi sistem pencernaan untuk beristirahat dan memperbaiki diri.
Penelitian Terkait Puasa
Penelitian ilmiah modern yang mengkaji dan membuktikan manfaat puasa bagi kesehatan sudah banyak dilakukan, baik dari aspek metabolisme, membantu detoksifikasi tubuh, memperbaiki fungsi sel dan sistem kekebalan tubuh hingga pencegahan berbagai penyakit kronis. Berikut ringkasan beberapa penelitian ilmiah tentang hubungan puasa dan kesehatan:
- Puasa dan Metabolisme Tubuh : Studi oleh Mattson dkk. (2017) – Jurnal Kedokteran New England
- Puasa dan Kesehatan Jantung, Studi oleh Aksungar dkk. (2005) – Jurnal Nutrisi Klinis Eropa
Puasa mengurangi kolesterol jahat (LDL) dan mengurangi kadar trigliserida
- Puasa dan Fungsi Otak
Studi oleh Longo & Mattson (2014) – Puasa meningkatkan produksi Brain-Derived Neurotrophic Factor (BDNF) , yang berperan mengurangi risiko penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer dan Parkinson .
- Puasa dan Penurunan Berat Badan
Studi oleh Varady dkk. (2009) – Puasa dapat membakar lemak dan membantu menurunkan kadar insulin
- Puasa dan Keseimbangan Tubuh
Studi oleh Cheng dkk. (2014) – Puasa dapat meregenerasi sel-sel imun
Manfaat Puasa bagi Kesehatan
Puasa bukan hanya praktik ibadah yang dianjurkan dalam berbagai agama, tetapi juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa berpuasa secara teratur dapat meningkatkan kesehatan secara keseluruhan, termasuk organ-organ penting seperti pankreas, otak, dan ginjal.
- Manfaat Puasa bagi Kesehatan Secara Umum
Puasa memberikan berbagai manfaat kesehatan, di antaranya:
– Detoksifikasi Tubuh: Selama puasa, tubuh membersihkan racun yang terakumulasi dari makanan dan lingkungan.
– Menurunkan Berat Badan: Puasa membantu mengurangi asupan kalori dan meningkatkan metabolisme lemak.
– Mengontrol Gula Darah: Dengan mengurangi frekuensi makan, kadar insulin menjadi lebih stabil.
– Meningkatkan Kesehatan Jantung: Menurunkan tekanan darah dan kadar kolesterol.
– Meningkatkan Fungsi Otak: Merangsang produksi hormon yang berkontribusi pada daya ingat dan konsentrasi.
- Manfaat Puasa Untuk Pankreas
Pankreas berperan dalam produksi insulin, yang mengatur kadar gula darah. Puasa membantu pankreas dengan cara:
– Mengurangi Beban Kerja Pankreas: Dengan mengurangi konsumsi makanan, pankreas tidak perlu terus-menerus memproduksi insulin.
– Meningkatkan Sensitivitas Insulin: Puasa dapat meningkatkan efektivitas insulin, membantu mencegah resistensi insulin dan risiko diabetes tipe 2.
– Memperbaiki Fungsi Sel Beta: Sel beta di pankreas yang bertanggung jawab untuk produksi insulin dapat diperbaiki melalui proses autophagy saat puasa.
- Manfaat Puasa Untuk Otak
Puasa memiliki efek positif terhadap kesehatan otak, di antaranya:
– Meningkatkan Neuroplastisitas: Puasa merangsang produksi faktor neurotropik yang mendukung pertumbuhan dan perbaikan sel saraf.
– Mengurangi Risiko Penyakit Neurodegeneratif: Puasa dapat mengurangi risiko Alzheimer dan Parkinson dengan menurunkan peradangan serta stres oksidatif di otak.
– Meningkatkan Fokus dan Konsentrasi: Saat berpuasa, tubuh memproduksi lebih banyak keton yang menjadi sumber energi alternatif bagi otak.
- Manfaat Puasa Untuk Ginjal
Ginjal berperan dalam menyaring darah dan mengatur keseimbangan cairan dalam tubuh. Puasa berkontribusi terhadap kesehatan ginjal dengan:
– Mengurangi Beban Kerja Ginjal: Dengan berkurangnya asupan makanan dan protein, ginjal tidak perlu bekerja terlalu keras untuk menyaring limbah metabolisme.
– Menyeimbangkan Kadar Elektrolit: Puasa membantu menstabilkan kadar natrium dan kalium dalam tubuh.
– Mengurangi Risiko Batu Ginjal: Dengan asupan cairan yang cukup saat berbuka dan sahur, risiko pembentukan batu ginjal dapat berkurang.
- Manfaat Puasa Untuk Jantung
Manfaat puasa untuk kesehatan jantung, diantaranya:
– Mengurangi Tekanan Darah: Saat berpuasa, tubuh mengurangi produksi hormon stres seperti adrenalin, yang membantu menurunkan tekanan darah dan mengurangi risiko
– Mengontrol Kolesterol: Puasa membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan meningkatkan kolesterol baik (HDL), yang dapat mengurangi risiko penyakit jantung .
Kesimpulan
Puasa memberikan banyak manfaat bagi kesehatan, terutama dalam mendukung fungsi pankreas, otak, ginjal dan jantung. Dengan berpuasa secara teratur dan dengan pola makan yang seimbang saat berbuka dan sahur, kita dapat meningkatkan kesehatan tubuh secara keseluruhan serta mengurangi risiko berbagai penyakit kronis.
Demikianlah, dalam Islam semua aspek kehidupan manusia termasuk dalam hal berpuasa telah diatur dengan sebaik-baiknya melalui petunjuk Allah SWT dalam Al-Qur’an dan hadits Rasulullah SAW sebagai pedoman umat manusia.
Allahu’alam bissawab.
Penulis: dr. Eny Suswanti, M.P.H. (Majelis Kesehatan PDA Bantul)